15/02/2026

SEPUTAR BOLA ID

Berita Seputar Olah Raga

Formasi 4-4-2 yang Hadirkan Kestabilan bagi Real Madrid

SEPUTAR BOLA IDReal Madrid mulai menunjukkan performa yang konsisten di bawah kepemimpinan Alvaro Arbeloa. Formasi 4-4-2 yang diterapkan dalam tiga pertandingan terakhir di La Liga telah menunjukkan hasil yang positif. Bukti nyata dari perubahan ini adalah tiga kemenangan berturut-turut.

Terbaru, Los Blancos mengalahkan Real Sociedad dengan skor 4-1 pada minggu ke-24 La Liga, Minggu (15/2) dini hari WIB di Stadion Bernabeu. Penampilan yang dominan tersebut membuktikan bahwa perubahan taktik ini bukan hanya percobaan, melainkan formula yang mulai menghasilkan.

Keputusan Arbeloa untuk meninggalkan formasi 4-3-3 dan 4-2-3-1 menjadi langkah kunci. Kekalahan 2-4 dari Benfica di Liga Champions menunjukkan bahwa pertahanan Real Madrid sangat rapuh. Sejak saat itu, formasi 4-4-2 muncul sebagai solusi taktis yang lebih masuk akal.

Dengan pola berlian di lini tengah, Real Madrid terlihat lebih kompak dan efektif. Arda Guler diberikan peran yang lebih menyerang, sementara Vinicius Junior berpasangan dengan Gonzalo Garcia di depan. Kombinasi ini menghadirkan cara bermain yang baru bagi El Real.

4-4-2 Arbeloa: Keselarasan dan Transisi Mematikan

Dalam pertandingan melawan Real Sociedad, Arbeloa kembali menerapkan 4-4-2 dengan format berlian. Struktur ini memungkinkan Real Madrid unggul di area tengah sambil tetap memiliki dua jalur langsung saat melakukan serangan balik.

Arda Guler ditempatkan sedikit lebih maju sebagai penghubung antara lini tengah dan lini depan. Gerakannya menciptakan ruang bagi Vinicius Junior dan Gonzalo Garcia, yang secara konsisten melakukan penetrasi.

“Dengan jenis pemain yang kami miliki, jika kami ingin melakukan serangan balik, itu memungkinkan kami untuk melakukannya dengan dua penyerang di depan,” ujar Arbeloa di situs resmi klub.

Transisi menjadi senjata andalan. Real Madrid tidak lagi terlalu bergantung pada penguasaan bola yang lambat. Tiga kemenangan berturut-turut atas Rayo Vallecano (2-1), Valencia (2-0), dan Real Sociedad (4-1) menunjukkan efektivitas pendekatan ini.

Kekuatan Pertahanan dan Perkembangan Taktik Arbeloa

Perubahan paling signifikan dari 4-4-2 adalah peningkatan stabilitas dalam bertahan. Ketika kalah dari Benfica, struktur pertahanan Real Madrid sering terpecah dan mudah ditembus. Dengan adanya tiga gelandang tengah dalam formasi berlian, area tengah menjadi lebih rapat.

“Secara defensif, ini adalah struktur yang tidak hanya kami gunakan, tetapi juga banyak tim lain karena menutup koridor tengah, tempat pemain paling banyak berada, dan memungkinkan kami untuk tetap lebih kompak,” kata Arbeloa.

Menurut data dari Transfermarkt, 4-4-2 adalah formasi ketiga yang diterapkan oleh Arbeloa sejak dia mengambil alih Real Madrid. Dia sebelumnya menggunakan 4-3-3 pada empat laga pertama sebelum beralih ke 4-2-3-1 setelah kalah dari Benfica. Saat ini, 4-4-2 menjadi titik keseimbangan baru bagi tim.

“Kami masih memiliki banyak peluang untuk meningkatkan performa, dan yang paling penting, saya sangat puas karena di luar sistem, usaha, kerja sama tim, mentalitas, dan semangat tim adalah fondasi yang penting,” ungkap Arbeloa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.