Swiatek dan Svitolina melaju, Rybakina tersingkir
Unggulan ketiga Iga Swiatek serta unggulan ketujuh Elina Svitolina berhasil maju ke putaran ketiga French Open 2026, sementara unggulan kedua Rybakina tersisih setelah mengalami kekalahan di putaran kedua.
Swiatek melanjutkan perjalanan setelah berhasil mengalahkan Sara Bejlek dengan skor 6-2, 6-3 dalam pertandingan yang ternyata lebih ketat dari yang terlihat di papan skor. Meskipun demikian, petenis asal Polandia ini dapat menemukan ritme dan mengakhiri laga dalam waktu satu jam 31 menit.
“Ini adalah pertandingan yang menantang dalam hal ritme, karena Sara memiliki gaya bermain yang beda dibandingkan dengan pemain lainnya,” ungkap Swiatek seperti yang dilansir oleh situs WTA.
Set pertama saja memakan waktu 46 menit. Swiatek dua kali kehilangan servis dan hanya dapat mempertahankan 37 persen dari servis pertamanya.
Di set kedua, gim pembuka berlangsung hampir 10 menit, dan saat Swiatek akhirnya dapat mempertahankan servisnya pada skor 1-0, waktu pertandingan sudah melewati satu jam. Namun, pada akhirnya, Swiatek berhasil menemukan solusi.
“Tetapi saya merasa puas dengan cara saya dapat beradaptasi dan bagaimana saya mengambil keputusan, karena terkadang tidak mudah untuk menentukan kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan,” ujar Swiatek.
Kini, Swiatek telah mencapai babak ketiga di semua 24 turnamen Grand Slam yang ia ikuti.
Selama era Open, hanya Novak Djokovic yang memiliki catatan lebih baik di dekade ini, dengan mencapai babak ketiga dalam 25 turnamen Grand Slam pada tahun 2010-an.
Di lapangan lain, petenis asal Ukraina Svitolina kini sudah mengantongi delapan kemenangan berturut-turut setelah menaklukkan petenis kualifikasi Kaitlin Quevedo dengan skor 6-0, 6-4.
“Saya sangat senang dengan bagaimana saya bisa tetap kuat dan berani pada kedudukan 4-4, itu adalah gim yang sangat sulit, dan saya berhasil menyelesaikannya dengan servis yang baik,” kata Svitolina.
Rybakina, yang berpotensi meninggalkan Paris sebagai petenis nomor satu dunia, sempat unggul 3-0 sebelum Starodubtseva memperbaiki keadaan. Namun, petenis Kazakhstan itu berhasil menuntaskan set pertama.
Starodubtseva mengubah permainan di set kedua, terus memberikan tekanan kepada petenis berusia 26 tahun tersebut hingga tie-break di set penentu, dan akhirnya menang dengan skor 3-6, 6-1, 7-6(10-4) dalam waktu 2 jam 28 menit.
“Saya sudah memperkirakan kemungkinan perlawanan dari Rybakina, dan ketika skor mencapai 3-3, saya merasa permainan saya tidak terlalu buruk,” kata Starodubtseva.
Kekalahan ini membuat Rybakina, yang mengantongi 31 kemenangan, terbanyak di antara semua petenis WTA musim ini, tersingkir lebih awal dari French Open untuk pertama kalinya sejak 2020 saat dia kalah di putaran kedua.
“Energi saya jelas tidak ada. Saya kesulitan menemukan ritme yang tepat dengan bola,” ucap Rybakina.