30/05/2026

SEPUTAR BOLA ID

Berita Seputar Olah Raga

Djokovic mengakui permainan Fonseca yang luar biasa di Roland Garros

Novak Djokovic hanya bisa mengangkat tangannya dan berkata “terlalu hebat” setelah kekalahannya di babak ketiga melawan Joao Fonseca dalam duel yang berlangsung hampir lima jam di Roland Garros, Sabtu WIB.

Meskipun demikian, juara 24 kali Grand Slam dan mantan petenis peringkat satu dunia merasa kecewa karena tersisih dari turnamen Grand Slam di lapangan tanah liat di Paris sebelum mencapai perempat final untuk pertama kalinya sejak 2009.

“Ini adalah pertandingan yang luar biasa,” ujar Djokovic seperti yang dikutip dari ATP, setelah Fonseca meraih kemenangan 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5.

“Jelas, kekalahan ini berat bagi saya setelah saya memimpin dua set, namun saya sangat menghargai Joao karena dia memang layak memenangkan pertandingan ini. “

Dia juga memberikan pujian kepada Fonseca saat momen-momen krusial, terutama di set keempat dan kelima yang sangat penting.

“Tentu sangat sulit bagi saya bertemu pemain yang bermain dengan level seperti itu, tetapi saya merasa saya tidak membuat banyak kesalahan dalam permainan saya. Hanya saja dia memang tampil lebih baik,” kata petenis berusia 39 tahun itu.

Djokovic tidak pernah kalah dalam 18 pertemuan Grand Slam sebelumnya melawan lawan-lawan yang lebih muda, dan ia sangat mengapresiasi cara petenis Brasil berusia 19 tahun, Fonseca, bangkit dan meraih kemenangan dalam waktu empat jam 53 menit.

Juara Roland Garros tiga kali ini juga mengakui potensi Fonseca untuk mencapai final dari turnamen tersebut.

“Pastinya, saya menucapkan selamat kepadanya dan mengatakan bahwa dia layak menang serta tampil luar biasa, dan dia harus merasa bangga pada dirinya sendiri,” ujar Djokovic ketika ditanya apa yang dia sampaikan kepada petenis Brasil itu di net setelah match point.

“Semoga dia sukses di sisa pertandingan turnamen ini. “

Petenis asal Serbia itu tiba di Paris setelah hanya memainkan satu pertandingan sejak Maret karena cedera, dan ia terlihat kesulitan secara fisik di antara poin-poin saat melawan Fonseca.

“Beberapa kali saya merasa hampir tidak dapat berdiri pada akhir pertandingan, dan melihat dukungan penonton yang memberikan semangat kepada saya benar-benar luar biasa, jujur,” kata Djokovic.

“Jadi ketika saya menyingkirkan semua kekecewaan dan pemikiran negatif tentang pertandingan, ada banyak hal yang bisa saya banggakan, tentang apa yang saya lalui, apa yang saya alami. Saya sangat bersyukur atas pengalaman seperti ini. “

Berdasarkan statistik ATP, Djokovic mencetak lebih banyak winner, yakni 70 berbanding 68, dan lebih sedikit kesalahan sendiri, yakni 39-47, dibandingkan Fonseca dalam kekalahan itu.

Namun, dia mengakui bahwa tantangan fisik seiring berjalannya pertandingan menghalangi upayanya untuk mencoba mengendalikan Fonseca yang semakin percaya diri.

“Sejujurnya, saya kehabisan tenaga. Saya benar-benar tidak merasa nyaman di lapangan pada set ketiga atau keempat,” ujar Djokovic.

“Ketika saya melihat kembali momen-momen penting, bisakah saya melakukan hal yang berbeda? Anda selalu bisa berkata, ‘Ya’. “

“Tetapi Anda harus bilang, ‘Bagus sekali’, dan mengucapkan selamat kepadanya. Saya sangat mengagumi dia. Dia bermain tenis yang luar biasa. Setiap kali ada momen kunci, dia langsung menyerang,” tambah juara 101 kali di level tur tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.