Penjualan Tiket Timnas AS Kurang Laku Jelang Turnamen
Penjualan tiket pertandingan Timnas Amerika Serikat menjelang Piala Dunia FIFA 2026 memang dilaporkan tidak sekuat ekspektasi, terutama untuk laga fase grup di Los Angeles. Berikut gambaran situasinya dan penyebab utamanya:
Fakta penjualan yang melambat
- Tiket laga pembuka melawan Paraguay di SoFi Stadium tertinggal dibanding pertandingan lain di stadion yang sama.
- Bahkan, puluhan ribu tiket memang sudah terjual, tetapi masih banyak yang tersisa—indikasi permintaan belum maksimal.
- Beberapa laporan juga menyebut ribuan tiket untuk laga lain (misalnya vs Turki) belum habis.
Penyebab utama tiket kurang laku
1. Harga tiket sangat mahal
- Harga kategori tertinggi bisa mencapai sekitar $2.700 (±Rp46 jutaan).
- Ini setara event besar seperti Super Bowl, sehingga banyak fans merasa terlalu mahal.
2. Dampak performa & sejarah tim
- Kegagalan lolos ke Piala Dunia FIFA 2018 masih berpengaruh ke antusiasme fans.
- Performa yang tidak konsisten membuat koneksi dengan suporter sedikit menurun.
3. Faktor demografi kota tuan rumah
- Los Angeles punya populasi besar penggemar sepak bola dari Amerika Latin.
- Banyak yang lebih mendukung tim seperti Meksiko dibanding timnas AS sendiri.
4. “Kejenuhan” pasar sepak bola
- AS sering jadi tuan rumah berbagai turnamen (Gold Cup, Copa América, dll).
- Fans punya banyak alternatif menonton dengan harga lebih murah, jadi tidak semua merasa wajib beli tiket mahal Piala Dunia.
Intinya
Masalahnya bukan karena turnamennya kurang menarik—secara global, minat FIFA terhadap Piala Dunia tetap tinggi. Tapi khusus untuk laga timnas AS, kombinasi harga mahal + faktor lokal + loyalitas fans membuat penjualannya kurang maksimal.