Rekornas Kresensia menunjukkan hasil positif dari pelatihan atletik Papua
Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa atlet Papua dari Papua Athletics Center (PAC) Kresensia Mobok Ndiken berhasil memecahkan rekor nasional U-20 lempar lembing putri yang telah ada selama 17 tahun. Ini menegaskan bahwa perkembangan bakat atletik di Papua bisa tercapai melalui sistem pelatihan yang baik.
“Hal ini menunjukkan bahwa potensi alami dari Papua dapat meningkat pesat dengan adanya program pembinaan yang baik,” ungkap Luhut dalam sebuah rilis resmi di Jakarta pada hari Selasa.
Kresensia berhasil melempar sejauh 44,72 meter dan meraih medali perak di The ICTSI Philippine Athletics Championship 2026 yang berlangsung di New Clark City Athletic Stadium, Capas, Tarlac, Filipina, pada tanggal 10 hingga 14 Juni.
Catatan yang diperoleh atlet asal Merauke ini melewati rekor nasional sebelumnya yaitu 43,20 meter yang dipegang oleh Ayu Ariandani sejak tahun 2009.
Luhut juga menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari program desentralisasi dalam pembinaan atletik melalui PAC yang mulai memberikan hasil positif bagi para atlet setempat.
PAC membawa pulang total empat medali dari kompetisi ini, terdiri dari dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Dua medali emas diperoleh oleh Elizabeth Martha Putri Baminggen dalam nomor tolak peluru senior putri dengan tolakan sejauh 13,24 meter, dan oleh Kristostomus Kaize dari nomor lempar lembing putra U-18 dengan catatan 65,72 meter.
Silfanus Ndiken berhasil meraih satu medali perunggu dalam kategori lempar lembing senior putra dengan lemparan sejauh 67,81 meter.
Kresensia menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah bergabung dengan PAC. Sebelum mencatatkan jarak 44,72 meter di Filipina, ia sebelumnya melempar sejauh 41,15 meter saat meraih medali perunggu pada Singapore Open 2026 dan 40,44 meter ketika menjuarai Jatim Open 2026.
Prestasi Kresensia juga melanjutkan jejak keluarganya di dunia atletik.
Ia adalah putri dari Timotius Sokai Ndiken, seorang mantan atlet dasa lomba Indonesia asal Merauke yang telah berpartisipasi enam kali dalam SEA Games.
Timotius pernah meraih medali emas dan memecahkan rekor dasa lomba di SEA Games 1993 yang berlansung di Singapura.