12/06/2026

SEPUTAR BOLA ID

Berita Seputar Olah Raga

Ganda putri Indonesia mulai menunjukkan kemajuan di Indonesia Open

Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI Karel Mainaky menilai bahwa sektor ganda putri Indonesia mulai memperlihatkan kemajuan yang baik sepanjang berlangsungnya Polytron Indonesia Open 2026.

Karel menyatakan bahwa hal ini terlihat dari keberhasilan pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang berhasil mencapai semifinal pada turnamen dengan level BWF World Tour Super 1000, serta dua pasangan lainnya yang mampu melangkah sampai perempat final.

“Saya melihat ada kemajuan dari anak-anak, perlahan namun pasti. Penampilan mereka cukup memuaskan di turnamen ini. Mereka tampil lebih percaya diri, biasanya mereka mempersepsi lawan sebagai sosok yang sangat kuat. Saya berusaha agar mereka tidak melihat siapa lawan yang dihadapi, sebelum kita kalah, kita harus berjuang terlebih dahulu,” ungkap Karel dalam keterangan resmi pada hari Minggu.

Rachel/Febi menjadi pasangan ganda putri Indonesia dengan prestasi terbaik di Indonesia Open 2026 setelah mencapai semifinal. Langkah mereka terhenti setelah kalah dari pasangan peringkat satu dunia asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dengan skor 17-21, 16-21.

Karel menambahkan bahwa Rachel/Febi sebenarnya memiliki kesempatan untuk bersaing lebih jauh. Namun, pasangan yang baru berkolaborasi selama sembilan bulan itu masih perlu mematangkan permainan, terutama saat menghadapi pasangan-pasangan elite dunia.

“Kalau hasil hari ini memang disayangkan. Rachel/Febi sebenarnya punya peluang, mereka sudah berusaha menguasai permainan. Namun ada beberapa faktor yang membuat mereka kurang percaya diri,” kata Karel.

Namun demikian, Karel tetap menghargai pencapaian Rachel/Febi karena semifinal Super 1000 merupakan hasil yang penting bagi pasangan muda tersebut. Menurutnya, Rachel/Febi masih butuh lebih banyak pengalaman melawan lawan-lawan papan atas agar bisa bermain lebih stabil di fase-fase penting.

Selain Rachel/Febi, dua ganda putri Indonesia lainnya juga berhasil mencapai perempat final, yaitu Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.

Fadia/Amallia harus terhenti setelah kalah dari unggulan kelima asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, dengan skor 21-13, 12-21, 13-21. Sementara itu, Ana/Trias tersingkir dalam pertemuan antar wakil Indonesia melawan Rachel/Febi dengan skor 21-8, 11-21, 15-21.

Pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari serta Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine juga terhenti di babak awal.

Karel menjelaskan bahwa peningkatan yang terjadi tidak lepas dari persiapan yang lebih fokus menjelang Indonesia Open 2026. Ia bahkan memilih untuk tidak mendampingi tim di beberapa turnamen sebelum ini untuk lebih berkonsentrasi membangun kesiapan sektor ganda putri di pelatnas.

“Persiapan menjelang turnamen ini memang lebih intens, saya sampai tidak berangkat ke Thailand, Malaysia, dan Singapura. Selain latihan, saya juga membentuk pola pikir mereka,” kata Karel.

Karel menjelaskan bahwa setiap pasangan diberikan program yang berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain latihan umum, ia juga memberikan tambahan sesi latihan secara terpisah untuk memperkuat aspek tertentu dalam permainan mereka.

“Tiga pasangan ini memang memiliki program yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Di samping program latihan umum, ada juga latihan tambahan terpisah. Contohnya, Rachel/Febi yang masih muda, saya berikan latihan pagi, sedangkan Fadia/Tiwi dan Ana/Trias di akhir siang karena di titik akhir performa mereka sering menurun, jadi saya beri tambahan di sesi terakhir saat mereka mulai lelah,” ungkap Karel.

Karel berharap kemajuan positif ini bisa terus dipertahankan pada turnamen-turnamen selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.