Indonesia Memenangkan Penghargaan Regional ICC Development Awards
Tim kriket Indonesia berhasil meraih kemenangan dalam tiga kategori regional pada ICC Development Awards tahun 2025 dan melaju ke empat kategori penghargaan tingkat internasional.
Keberhasilan ini menjadikan Indonesia setara dengan Uni Emirat Arab (UAE) dalam hal jumlah representasi global terbanyak pada penghargaan pengembangan kriket yang diadakan oleh International Cricket Council (ICC).
“Penghargaan ini menegaskan beragam program luar biasa yang diimplementasikan oleh anggota ICC untuk memperluas akses kriket, menciptakan peluang baru, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Ketua ICC Jay Shah dalam pernyataan resmi pada hari Minggu.
“Para pemenang tahun ini menunjukkan semangat inovasi, ambisi, inklusivitas, serta komitmen yang tinggi dalam mendorong perkembangan permainan di berbagai belahan dunia,” tambahnya.
Indonesia termasuk salah satu negara yang menunjukkan performa terbaik di kawasan East Asia-Pacific (EAP).
Indonesia diakui sebagai juara di kawasan East Asia-Pacific dalam tiga kategori, yaitu Inisiatif Pengembangan ICC Tahun Ini, Kinerja Tim Pria Anggota ICC Tahun Ini, dan Inisiatif Dampak Sosial ICC Cricket 4 Good Tahun Ini.
Secara keseluruhan, ICC memilih para pemenang regional dari enam kategori utama untuk bersaing di tingkat global. Pemenang global akan diumumkan pada bulan Juli yang akan datang.
“Beberapa tahun lalu, sulit untuk membayangkan Indonesia bisa setara dengan negara-negara pengembang kriket terkemuka di dunia. Saat ini, berkat upaya keras seluruh komunitas kriket di Indonesia, kita telah berhasil menjadi juara regional dan melanjutkan ke tingkat global,” ujar Ketua Umum Persatuan Kriket Indonesia, Abhiram Singh Yadav.
ICC Development Awards pertama kali digelar pada tahun 2002 untuk memberikan pengakuan kepada anggota ICC yang menunjukkan inovasi dan kontribusi nyata dalam pengembangan kriket.
Sekarang, para juara regional dari berbagai negara akan dievaluasi oleh panel independen yang terdiri dari mantan pemain internasional, perwakilan ICC, media, dan mitra resmi ICC untuk menentukan pemenang global.