25/05/2026

SEPUTAR BOLA ID

Berita Seputar Olah Raga

Sinner Bersiap Membuat Sejarah di Roma

Petenis peringkat satu dunia, Jannik Sinner, bersiap untuk melanjutkan penampilannya yang mengesankan di Internazionali BNL d’Italia dengan kembali berlatih di lapangan Foro Italico pada Kamis, setelah meraih kemenangan di turnamen Madrid pekan lalu.

Sinner datang ke Roma dengan tujuan meraih gelar ATP Masters 1000 yang kesepuluh sehingga memiliki kesempatan untuk menciptakan sejarah Career Golden Masters dengan memenangkan keseluruhan sembilan turnamen tersebut di Roma.

“Tentu ini adalah turnamen yang sangat istimewa, terutama bagi kami sebagai orang Italia,” ungkap Sinner saat konferensi pers menjelang turnamen, seperti yang dilaporkan ATP.

Dalam pertandingan pembuka, petenis Italia berusia 24 tahun tersebut akan bertemu dengan pemenang antara Sebastian Ofner dan Alex Michelsen.

Sinner memanfaatkan beberapa hari setelah sukses di Madrid untuk benar-benar beristirahat sebelum kembali berlatih di Foro Italico.

“Hari ini adalah hari pertama saya berlatih lagi di sini,” kata Sinner.

Petenis yang menjadi finalis di ATP Masters 1000 Roma tahun lalu itu memiliki rekor 14 kemenangan dan enam kekalahan di turnamen ini. Di edisi 2024, jalannya terhenti di final setelah kalah dari saingannya, Carlos Alcaraz.

Sinner juga memiliki kesempatan untuk mencetak rekor penting, termasuk menjadi petenis Italia pertama sejak Adriano Panatta pada tahun 1976 yang memenangkan nomor tunggal di Roma.

Baca juga: Italian Open: Sinner mengejar Career Golden Masters, Djokovic melakukan “comeback”

“Tempat ini selalu terasa istimewa selama bertahun-tahun,” kata Sinner.

Ia mengingat keputusan besar yang diambilnya pada usia 13 tahun untuk meninggalkan rumah demi mengejar impian menjadi petenis profesional.

“Hal itu tidaklah mudah karena saya harus meninggalkan keluarga, tetapi saya tahu mereka selalu mendukung saya,” kata Sinner.

Menurutnya, tantangan terbesar pada waktu itu adalah meninggalkan teman-teman dan menyesuaikan diri dengan kehidupan baru.

Namun, ia merasa pengalaman tersebut membantunya berkembang baik sebagai atlet maupun sebagai individu.

“Sejak saya berusia 13 setengah tahun, semuanya telah berubah. Namun, saya percaya bahwa itu baik untuk saya berkembang sebagai pribadi terlebih dahulu, kemudian sebagai pemain,” kata Sinner.

Keputusan tersebut menjadikan Sinner sebagai petenis Italia pertama yang mencapai peringkat satu dunia dan mengumpulkan 28 trofi, termasuk empat Grand Slam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.