30/05/2026

SEPUTAR BOLA ID

Berita Seputar Olah Raga

Jack Catterall tundukkan Giyasov untuk kuasai kelas welter WBA

Petinju Jack Catterall mengalahkan Shakhram Giyasov untuk meraih gelar kelas welter (66,7 kg) dari World Boxing Association (WBA) setelah melalui pertarungan 12 ronde di Piramida Giza, Mesir.

“Catterall menciptakan sejarah dalam dunia tinju dengan merebut gelar kelas welter WBA yang kosong melalui kemenangan mutlak,” demikian bunyi pernyataan WBA yang tertera di situs resminya yang diakses di Jakarta, Selasa.

Laga dibuka dengan semangat tinggi yang diharapkan dari sebuah pertarungan perebutan gelar dunia. Sejak bel dibunyikan, Giyasov langsung tampil agresif, berupaya menekan lawannya dengan serangan-serangan khasnya.

Meski begitu, Catterall tetap tenang menghadapi serangan awal dan memperkuat pertahanannya dengan posisi kidal yang gesit.

Memasuki ronde keempat, Catterall mulai mengambil alih kontrol penuh atas duel tersebut. Dengan gerakan lateral yang cerdik, ia membuat Giyasov kerap melancarkan serangan yang tidak mengenai sasaran.

Petinju dari Inggris itu mengeluarkan jab kanan yang tajam serta serangan balik kiri yang efektif sehingga mengganggu strategi Giyasov.

Penantang asal Uzbekistan itu mulai terlihat frustrasi karena kesulitan mendekat dan mendapatkan kesempatan dalam pertarungan jarak dekat.

Di paruh kedua laga, Catterall menunjukkan kemampuan teknis tinjunya yang berkualitas. Pada ronde kesembilan dan kesepuluh, ia menggabungkan pukulan hook keras ke tubuh dengan serangan lurus yang akurat ke kepala, yang perlahan-lahan menguras stamina Giyasov.

Berusaha mati-matian membalikkan keadaan di ronde terakhir, Giyasov melancarkan serangan total untuk mencari kemenangan knockout (KO). Namun, ketenangan, kecepatan kaki, dan kemampuan bertahan Catterall membuatnya bisa menetralkan ancaman itu.

Catterall menyelesaikan pertarungan dengan tenang dan memenangkan gelar juara setelah memperoleh skor 119-108, 116-111, dan 118-109.

Dengan kemenangan signifikan dalam kariernya di Mesir, “El Gato” akhirnya mencapai impian seumur hidupnya serta menghapus kenangan buruk akibat keputusan kontroversial yang pernah menghantuinya di masa lalu.

Dengan catatan 32 kemenangan (14 KO) dan dua kekalahan, petinju Inggris ini kini berada di jajaran teratas dunia tinju, meninggalkan Giza dengan sabuk juara dunia WBA terpasang di pinggangnya serta berbagai kesempatan besar yang menanti pada paruh kedua tahun 2026.

Sementara itu, Giyasov yang tidak berhasil merebut gelar juara harus menderita kekalahan pertama dalam karier profesionalnya, mengubah rekornya menjadi 17 kemenangan (10 KO) dan satu kekalahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.