04/06/2026

SEPUTAR BOLA ID

Berita Seputar Olah Raga

Tim panjat tebing cepat melakukan evaluasi meskipun memperoleh medali perak di Madrid

Pelatih tim panjat tebing disiplin cepat Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menyatakan bahwa para pelatih akan melakukan analisis menyeluruh terhadap performa atlet setelah mengikuti World Climbing Series di Madrid 2026, Spanyol, walaupun mereka berhasil mendapatkan satu medali perak.

Dia mengungkapkan rasa syukur karena Indonesia masih bisa naik ke podium dalam kategori putra, namun tim pelatih tidak merasa puas sepenuhnya karena terdapat banyak aspek yang perlu diperbaiki, khususnya terkait konsistensi.

“Kami akan merancang program untuk menangani kelemahan yang ada dalam tim kami,” ujar Galar setelah Antasyafi Robby Al Hilmi meraih medali perak yang menjadi satu-satunya penghargaan bagi Indonesia di kompetisi tersebut, pada hari Senin.

Ia menjelaskan bahwa tim pelatih akan menilai berbagai elemen yang memengaruhi kinerja atlet, mulai dari kondisi fisik, proses pemulihan, hingga penyesuaian dengan cuaca.

Pengalaman yang didapat di Madrid akan sangat berharga untuk persiapan menghadapi kompetisi selanjutnya di beberapa negara Eropa lainnya.

Galar meyakini bahwa cuaca panas di Madrid menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet, yang dirasakan oleh hampir semua peserta, sehingga berdampak pada performa lomba.

Ia menambahkan bahwa tim juga akan mengutamakan program pemulihan, penguatan fisik, dan peningkatan performa agar para atlet lebih siap bertanding di tingkat internasional, setelah beberapa atlet mengalami cedera yang membutuhkan waktu penyembuhan yang cukup lama.

Antasyafi Robby Al Hilmi berhasil meraih medali perak di kategori putra, yang merupakan medali pertamanya dari World Climbing Series, sekaligus melanjutkan tren positif setelah sebelumnya mendapatkan medali perak di Asian Beach Games 2026.

Robby juga mencatat waktu terbaik pribadinya, 4,72 detik, pada babak semifinal.

Dalam babak final, dia harus mengakui keunggulan atlet asal China, Shouhong Chu, yang mencatat waktu 4,75 detik, sementara Robby menyelesaikan lomba dalam waktu 4,81 detik.

Secara keseluruhan, hasil di Madrid lebih baik dibandingkan dengan seri Wujiang, yang hanya menghasilkan satu medali perunggu melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi dari kategori speed putri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.