Putra Tri Ramadani raih posisi teratas kualifikasi lead di Series Praha 2026
Atlet panjat tebing asal Indonesia, Putra Tri Ramadani, menciptakan prestasi dengan berada di posisi pertama, mengungguli banyak pemanjat kelas dunia lainnya dalam tahap kualifikasi disiplin lead, pada World Climbing Series Praha 2026, di Republik Ceko, pada hari Kamis.
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menilai pencapaian yang diraih oleh Putra merupakan pertanda baik bagi kemajuan nomor lead Indonesia, menjelang berbagai kejuaraan internasional penting, seperti Asian Games 2026 dan seri lainnya dari World Climbing.
“Ini merupakan sinyal positif untuk Putra maupun Alma di kategori putri, serta untuk tim nasional panjat tebing Indonesia,” ungkap Wahyu setelah mendampingi tim.
Putra menunjukkan performa yang mengesankan selama kualifikasi dan berhasil menyelesaikan kompetisi di posisi teratas dengan skor 1,73.
Hasil ini membawanya maju ke semifinal, bersama dengan 23 atlet terbaik lainnya dari berbagai negara.
Pencapaian ini menjadi hal yang signifikan bagi panjat tebing Indonesia, mengingat selama ini nomor lead dikuasai oleh atlet-atlet dari Jepang, Korea Selatan, dan Eropa.
Menurut informasi dari International Federation of Sport Climbing (IFSC), Putra, yang lebih dikenal dengan panggilan Srondeng, kini menduduki peringkat ke-11 dunia dalam disiplin lead.
Wahyu menjelaskan, penampilan Srondeng semakin bersinar karena ia berhasil mengalahkan beberapa atlet terkemuka dunia, termasuk pemanjat asal Spanyol Alberto Gines Lopez yang peringkat pertamanya, serta atlet Jepang Satone Yoshida yang menduduki peringkat kedua dunia.
Selain itu, pemanjat asal Korea Selatan, Dohyun Lee, berada di posisi ketiga, sementara dua pemanjat Jepang lainnya, Neo Suzuki dan Sorato Anraku, terletak di peringkat keempat dan kelima dunia.
Dalam klasemen akhir kualifikasi, Sorato Anraku menduduki tempat kedua dengan skor 1,87, sementara Alberto Gines Lopez meraih posisi ketiga dengan skor 3,46. Neo Suzuki dan Satone Yoshida melengkapi lima besar dengan skor masing-masing 4,58 dan 6,24.
Sementara dua wakil Indonesia lainnya di kategori putra, Ravianto Ramadhan dan Raviandi Ramadhan, tidak berhasil memasuki semifinal.
Ravianto berada di peringkat ke-36 dengan skor 34,21, sementara Raviandi di posisi ke-42 dengan skor 36,77.
Di kategori putri, Indonesia mengirim Alma Ariella Tsany ke semifinal setelah menyelesaikan perlombaan di posisi ke-11 dengan skor 13,16. Lain halnya dengan Lintang Cahyani Sukma yang harus mengakhiri kompetisi di tahap kualifikasi dengan peringkat ke-64 dan skor 59,95.
Babak semifinal untuk nomor lead dijadwalkan pada hari Minggu (7/6), dengan Putra diharapkan membawa harapan Indonesia untuk menciptakan prestasi bersejarah di ajang tersebut.