Emas Emilia Nova jaga tren positif atletik Indonesia di Asia
Emilia Nova berhasil meraih medali emas pada The ICTSI Philippine Athletics Championships 2026, yang menjaga pencapaian positif atletik Indonesia dalam rangkaian lomba di Asia sejak bulan Mei.
Emilia mengklaim medali emas di nomor saptalomba atau heptathlon setelah mengumpulkan 5. 110 poin di kejuaraan yang diadakan di New Clark City Athletic Stadium, Capas, Tarlac, Filipina, dari tanggal 10 hingga 14 Juni.
“Keberhasilan Emilia, Dina Aulia, dan Abd Hafiz di Filipina ini membuktikan bahwa atlet kita memiliki kemampuan bersaing yang patut diperhatikan,” ucap Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan dalam rilis yang diterima di Jakarta pada hari Senin.
“Kejuaraan internasional seperti ini merupakan wadah evaluasi yang sangat penting. Hal ini memberikan kesempatan untuk menilai apa yang sudah baik dan mana yang masih perlu ditingkatkan untuk mematangkan persiapan menuju event besar berikutnya,” tambahnya.
Selain medali emas yang diraih Emilia, Indonesia juga berhasil mendapatkan dua medali perak. Dina Aulia meraih medali perak untuk nomor lari gawang 100 meter putri dengan catatan waktu 13,63 detik, sementara Abd Hafiz meraih perak untuk nomor lempar lembing putra dengan jarak lemparan 68,49 meter.
Hasil dari Filipina ini melengkapi catatan positif atlet Indonesia di berbagai kejuaraan Asia sejak bulan Mei. Sebelumnya, Diva Renatta Jayadi, pelompat galah putri, meraih medali perak di 1st Asian Jumps Championships 2026 yang berlangsung di Changshou Sports Center, Chongqing, China, pada tanggal 18-19 Mei, setelah melakukan lompatan setinggi 4,35 meter.
Diva kemudian mempertahankan performanya dengan menduduki podium ketiga pada Busan International Pole Vault Meeting 2026 di Korea Selatan melalui lompatan setinggi 4,20 meter.
Di tempat yang sama, pelompat galah putra Indonesia Idan Fauzan Richsan meraih posisi ketujuh dengan lompatan sejauh 5,20 meter.
Serangkaian hasil ini merupakan bagian dari upaya PB PASI untuk meningkatkan pengalaman bertanding atlet Indonesia di kancah internasional.
Dengan berpartisipasi dalam kejuaraan di luar negeri, atlet diharapkan dapat lebih siap menghadapi tekanan kompetisi, mengevaluasi kemajuan mereka, serta meningkatkan kesiapan untuk agenda yang lebih besar.
Luhut menegaskan bahwa kelanjutan program pengiriman atlet ke luar negeri memerlukan dukungan dari berbagai sektor agar pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Seluruh rangkaian tur Asia, yang mencakup China, Korea Selatan, dan puncaknya di Filipina, dapat terselenggara dengan baik berkat dukungan dari Kemenpora RI dan kerjasama strategis dengan MIND ID. Sinergi ini memberikan kami kesempatan untuk terus meningkatkan jam terbang atlet, menjaga mentalitas dan daya saing mereka di tingkat internasional,” ujar Luhut.
PB PASI berharap hasil positif dari tur Asia ini menjadi modal berharga bagi atlet untuk terus meningkatkan performa dan memperkuat posisi Indonesia dalam kompetisi atletik di kawasan.