Jawato perhatikan perubahan dari bertahan ke menyerang RANS Simba Bogor
Pemain basket Pelita Jaya Jakarta, Brandon Jawato, memperhatikan perubahan dari bertahan menjadi menyerang RANS Simba Bogor, pada pertandingan kedua putaran awal Playoff Indonesian Basketball League (IBL) 2026, di GMSB, Jakarta, Kamis (28/5).
“Kami perlu berlatih lagi karena RANS adalah tim yang kuat, transisi mereka harus dihentikan agar Pelita Jaya tampil lebih baik di laga kedua,” ungkapnya di Jakarta, Selasa.
Dia mengungkapkan bahwa RANS merupakan lawan yang berbahaya meskipun timnya telah meraih kemenangan tipis 84-82 pada pertandingan pertama di Gymnasium SV IPB, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/5).
Pemain yang biasa dipanggil Jawato itu baru kembali bermain setelah lebih dari setahun absen akibat cedera pergelangan kaki yang dialaminya pada pertengahan April saat melawan Kesatria Bengawan Solo.
Cedera itu memaksa pemain naturalisasi Indonesia ini untuk menjalani operasi dan proses pemulihan yang panjang, sebelum akhirnya kembali berada dalam daftar pemain di playoff musim ini.
Pada laga pertama melawan RANS, posisi forward itu dimainkan hanya selama tujuh menit. Dia berhasil mencetak tiga poin lewat satu tembakan tiga angka dari dua usaha.
Tembakan tiga angka yang ia buat pada sisa waktu enam menit 57 detik kuarter kedua, menjadi poin pertamanya musim ini bersama Pelita Jaya.
Tim masih membatasi waktu bermain pemain tersebut demi menjaga kondisi fisiknya agar tidak mengalami cedera yang sama lagi.
Jawato mengaku sangat senang akhirnya bisa bermain bersama rekan-rekannya setelah melewati masa rehabilitasi yang cukup lama.
“Jujur, ini adalah perasaan yang menakjubkan,” tambahnya.
Jawato menegaskan bahwa ia siap memberikan kontribusi apapun yang diperlukan oleh tim, termasuk menciptakan energi dari bangku cadangan untuk membantu Pelita Jaya menghadapi tekanan fase gugur.
Saat ini, Pelita Jaya Jakarta hanya membutuhkan satu kemenangan lagi dalam format pertandingan best-of-three untuk memastikan diri melaju ke semifinal Playoff IBL GoPay 2026.