Stan Wawrinka dan Gael Monfils mengakhiri perjalanan mereka di Roland Garros setelah tersingkir di babak pertama French Open 2026 pada Senin (25/5).
Bermain di Lapangan Simonne-Mathieu, Wawrinka, yang merupakan juara Roland Garros 2015, harus mengakui keunggulan Jesper de Jong. Meski kalah, legenda tenis Swiss ini mendapatkan sambutan hangat dari penonton yang memadati kursi stadion.
“Ini sungguh luar biasa. Lebih dari yang saya harapkan dan bisa capai,” ungkap Wawrinka yang dikutip dari ATP.
“Menutup pertandingan dengan dukungan yang begitu besar, dan kasih sayang dari semua orang. Itulah alasan saya bertahan dalam tenis begitu lama. “
Meskipun mengalami kekalahan, Wawrinka diperlakukan seperti seorang juara oleh para penonton di Paris, yang menikmati setiap detik dari penampilan perpisahannya.
“Jika saya mengamati apa yang terjadi hari ini dan mendengar penonton berupaya mendukung dan memberi semangat kepada saya, saya merasa seperti di rumah,” jelas Wawrinka.
“Rasanya luar biasa, dan karena itu, di usia 41 tahun, saya berjuang untuk tetap bermain, karena emosi ini adalah yang paling tulus. Emosi inilah yang selalu saya inginkan sebagai atlet tenis. Inilah yang selalu menjadi motivasi saya. “
Wawrinka menyadari bahwa mengucapkan selamat tinggal adalah hal yang sulit, saat dia mengenang momen-momen indah di tempat di mana dia mencatatkan berbagai prestasi terbaiknya, terutama kemenangan pada 2015 dan perjalanan hingga final di 2017.
Namun, dia meninggalkan Roland Garros tanpa rasa penyesalan, melainkan dengan kebanggaan terhadap pencapaian yang diraihnya di turnamen tanah liat ini dan warisan yang ditinggalkan.
“Saat saya masih muda, saya bermimpi menjadi pemain tenis profesional, masuk dalam 100 besar, dan memiliki kesempatan bertanding di turnamen besar. Tapi saya tidak pernah membayangkan bisa mencapai semua ini,” kata Wawrinka.
“Tentu saya merasa senang dan bangga dengan apa yang telah saya capai selama ini. Hari ini terasa sangat berat. “
Petenis berusia 41 tahun itu mengakhiri kariernya di Roland Garros dengan rekor turnamen 46-20, menurut indeks menang/kalah ATP.
Ia telah bertanding melawan seluruh anggota “Big Four” di tanah liat Paris, dengan tiga kemenangan melawan Andy Murray, dan masing-masing satu kemenangan melawan Novak Djokovic serta Roger Federer.
Namun, Wawrinka menegaskan bahwa dia tidak mengukur kariernya hanya dari catatan rekor, tetapi lebih pada semangat untuk terus berkembang dan menguji diri melawan lawan-lawan terbaik.
“Saya tidak pernah membayangkan untuk berusaha menciptakan sejarah dalam tenis atau mencapai level tertentu untuk meraih Grand Slam,” kata Wawrinka.
“Bagi saya, ini selalu berkaitan dengan diri saya sendiri, bagaimana saya dapat menjadi pemain tenis yang lebih baik, bagaimana saya bisa mendorong diri sendiri, dan bagaimana saya bisa melewati batasan diri saya. “
Menjelang tengah malam, setelah Monfils kalah dari rekan senegaranya, Hugo Gaston, penonton tetap bertahan di Court Philippe-Chatrier untuk merayakan perjalanan karier petenis berusia 39 tahun itu. Kekalahan semifinalis 2008 tersebut menjadi pertandingan terakhirnya di Roland Garros. Selanjutnya, Richard Gasquet, Gilles Simon, dan Jo-Wilfried Tsonga bergabung dengan Monfils di lapangan yang telah menjadi tempat banyak penggemar menyaksikan bintang-bintang tenis Prancis beraksi selama dua dekade terakhir.
Monfils, yang mengumumkan bahwa dia akan mengakhiri karirnya pada tahun 2026, akan menjadi anggota terakhir dari empat pemain tersebut yang pensiun.
Gasquet, Monfils, Simon, dan Tsonga semuanya pernah berada di peringkat 10 besar dalam daftar ATP. Monfils berhasil mencapai satu semifinal di Roland Garros dan tiga perempat final lainnya.
Pemain yang sudah 13 kali menjuarai ATP Tour tersebut juga menerima video penghormatan dari beberapa rival terkemuka, seperti Rafael Nadal, Novak Djokovic, Roger Federer, Jannik Sinner, dan Carlos Alcaraz.
“Ini adalah akhir dari sebuah perjalanan, penutupan sebuah petualangan. Ini adalah perjalanan yang luar biasa untukmu, bagi kita semua, dan bagi semua orang yang senang menyaksikanmu bertanding serta semua penggemar yang kau buat merasa sangat bahagia,” ungkap Simon.