02/05/2026

SEPUTAR BOLA ID

Berita Seputar Olah Raga

Malaysia Gagal Lawan Jepang

Kedua tim sudah memastikan diri lolos ke perempat final, dan pertandingan kali ini pada dasarnya merupakan pertarungan untuk posisi terbaik, di mana Malaysia segera menghadapi tantangan dari skuad Jepang yang dihuni pemain-pemain bintang.

Jepang sukses meraih kemenangan telak 3-0 berkat serangkaian penampilan yang sangat mengesankan.

K Letshanaa bertanding dengan semangat tinggi, namun harus menerima kekalahan 21-19, 21-17 dari Akane Yamaguchi, yang merupakan petenis peringkat tiga dunia dan juara dunia tiga kali, di partai tunggal pertama.

Pasangan Ong Xin Yee-M. Thinaah, yang diturunkan mendadak, kemudian takluk 21-9, 21-9 dari pasangan peringkat enam dunia Yuki Fukushima-Mayu Matsumoto di ganda pertama.
Wong Ling Ching juga berusaha keras tetapi akhirnya kalah 21-16, 21-13 dari pemain peringkat sembilan dunia Tomoka Miyazaki, sehingga Jepang memastikan kemenangan pada pertandingan ini.

Namun Malaysia tetap menolak untuk menyerah.

Duo muda Zi Yu dan Noraqilah, yang masing-masing berusia 15 dan 18 tahun, menorehkan momen luar biasa di pertandingan ini dengan menundukkan pasangan peringkat tujuh dunia Rin Iwanaga dan Kie Nakanishi dengan skor 21-17, 12-21, 21-19 melalui penampilan yang penuh ketenangan dan kepercayaan diri.
Dalam keadaan tertinggal 16-19 di set penentu, pasangan muda ini menunjukkan ketenangan yang luar biasa dengan mencetak empat poin berturut-turut untuk meraih kemenangan, sebuah prestasi yang melebihi usia mereka dan menjadi tonggak penting di panggung kompetisi besar.

Kemenangan ini tidak hanya menghalangi Jepang untuk meraih kemenangan sempurna, tetapi juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Zi Yu menjadi 3-0 — termasuk kemenangan sebelumnya bersama Chong Jie Yu — sementara Nuraqilah meningkatkan catatannya menjadi 2-0.

Hal ini juga mencegah Malaysia merasakan kekalahan telak 5-0 dari Jepang untuk pertama kalinya dalam sejarah Final Piala Uber, setelah sebelumnya pertemuan berakhir dengan skor 4-1 (2014, 2004) dan 3-2 (2000).

Dalam pertandingan final, Goh Jin Wei memperlihatkan permainan yang sangat bersemangat, menang di game pertama dengan skor 21-19 melawan Riko Gunji, pemain peringkat 22 dunia, sebelum terpaksa mundur di game kedua saat tertinggal 4-3.

Ini bisa menjadi dampak besar bagi Malaysia, mengingat servis Jin Wei di nomor tunggal ketiga adalah elemen penting dalam tim mereka menjelang fase gugur.

Meskipun kalah, Malaysia dapat mengambil hikmah dari penampilan berani melawan salah satu favorit turnamen, dengan hadirnya Zi Yu-Noraqilah yang memberikan semangat yang sangat dibutuhkan menjelang perempat final.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.