02/05/2026

SEPUTAR BOLA ID

Berita Seputar Olah Raga

Tangis Fajar Alfian Mengiringi Malam Kelam Indonesia

Air mata Fajar Alfian menandai hari yang suram bagi tim Piala Thomas Indonesia. Tim yang telah meraih 14 gelar sepanjang sejarah Piala Thomas ini terpaksa tereliminasi di babak grup setelah mengalami kekalahan 1-4 melawan Perancis dalam pertandingan terakhir Grup D. Pertandingan di ajang bergengsi ini berlangsung di Forum Horsens, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.

Indonesia memulai pertandingan melawan Perancis dengan Jonatan Christie yang menghadapi Christo Popov. Sayangnya, anggota tim yang membawa pulang trofi Piala Thomas 2020 itu harus mengalami kekalahan dengan skor 19-21, 14-21. Kemudian, Alwi Farhan turun untuk melawan Alex Lairner. Sekali lagi, pemain tunggal putra berusia 20 tahun ini mengikuti jejak seniornya dan harus menerima kekalahan langsung dengan skor 16-21, 19-21.

Tiga Kekalahan Beruntun di Tunggal Putra

Anthony Ginting lalu berhadapan dengan Toma Junior Popov. Pebulu tangkis berusia 29 tahun ini membawa harapan dengan kemenangan 22-20 pada gim pertama, namun pemenang medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu gagal di dua gim berikutnya dengan skor 15-21 dan 20-22. Nasib tim Merah Putih berada di ambang kehancuran. Mereka perlu memenangkan dua pertandingan terakhir agar bisa tetap berharap untuk lolos dari grup. Kekalahan 2-3 pun bisa memberikan peluang bagi skuad Indonesia untuk melanjutkan ke babak selanjutnya. Namun, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi yang berada di peringkat 9 dunia mengalami kekalahan dramatis dengan skor 19-21, 19-21.

Hasil ini menjadi kekalahan pertama bagi Sabar/Reza dari Adam/Rossi dalam tiga pertemuan dengan pasangan Perancis yang menduduki peringkat 52 dunia ini, sekaligus memastikan bahwa tim Indonesia gagal melangkah ke fase selanjutnya untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Thomas. Tim Indonesia berakhir di peringkat ketiga, di bawah Thailand sebagai pemimpin grup dan Perancis. Kegagalan tersebut membuat Fajar Alfian, yang menjadi kapten tim di turnamen ini, mengeluarkan air mata menjelang laga terakhir.

Fajar juga menjabat sebagai kapten Tim Thomas Indonesia dua tahun lalu ketika Merah Putih lolos dari Grup C sebagai juara grup, hanya kalah dari China di final dengan skor 1-3.

Setidaknya, Fajar Alfian yang beraksi di laga pamungkas bersama Muhammad Shohibul Fikri melawan Christo Popov/Toma Junior Popov bisa sedikit memelihara kehormatan Merah Putih. Fajar/Fikri menutup perjuangan tim Piala Thomas Indonesia dengan kemenangan 21-18, 19-21, dan 21-11.

Sejarah Kelam Merah Putih

Hasil ini merupakan tamparan berat bagi dunia bulu tangkis Indonesia. Bagaimana tidak, Tim Piala Thomas Indonesia telah mencapai final dalam tiga edisi turnamen terakhir dan menjadi juara pada tahun 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.