25/05/2026

SEPUTAR BOLA ID

Berita Seputar Olah Raga

Svitolina raih gelar WTA 1000 Italian Open 2026

Petenis asal Ukraina, Elina Svitolina, berhasil meraih kemenangan di Italian Open 2026 dengan penampilan yang sangat baik di final pada Minggu WIB, setelah menaklukkan unggulan ketiga, Coco Gauff, dengan skor 6-4, 6-7(5), 6-2.

Kemenangan ini menjadi gelar ketiga Svitolina di Roma, setelah ia berhasil meraih gelar secara berturut-turut pada tahun 2017 dan 2018.

“Ini jelas merupakan pertarungan yang sangat menantang. Saya sangat bahagia dengan cara saya mampu mengatasi rasa gugup, baik hari ini maupun selama turnamen ini,” ungkap Svitolina setelah pertandingan, seperti dikutip dari WTA.

“Saya merasa dua minggu terakhir ini cukup berat, namun saya sangat puas dengan cara permainan saya, dan bagaimana tubuh saya beradaptasi dalam kompetisi yang sulit ini. Saya sangat bangga dengan usaha yang saya lakukan. “

Dalam upayanya meraih gelar pertama di Roma, Gauff memulai pertandingan dengan baik, mematahkan servis Svitolina dua kali untuk unggul 2-0 dan 4-2. Namun, Svitolina berjuang untuk bangkit kembali pada kedua kesempatan tersebut.

Ia mampu menyelamatkan tiga break point di gim kesembilan yang sangat penting untuk menjaga servisnya dan unggul 5-4 sebelum mematahkan servis Gauff dan merebut set pertama dengan skor 6-4.

Gauff tetap bertahan. Ia mematahkan servis Svitolina untuk memimpin 6-5, tetapi Svitolina dengan segera membalas dan memaksa tiebreak. Petenis Amerika tersebut memenangkan tiebreak 7-5 untuk menyamakan kedudukan.

Baca juga: Ruud capai final pertamanya di Italian Open 2026

Svitolina segera mendapatkan kembali dominasi di set penentuan, mematahkan servis Gauff di gim kelima dan ketujuh untuk unggul 5-2.

Svitolina menyelamatkan tiga poin break sebelum akhirnya mengonversi match point ketiganya setelah bermain selama dua jam 49 menit. Kemenangan tersebut membuat catatan pertemuannya melawan Gauff menjadi 4-2.

Dengan kemenangan ini, Svitolina juga meningkatkan catatannya menjadi 8-0 di final turnamen lapangan tanah liat WTA, menjadikannya sebagai petenis kedua yang meraih delapan gelar WTA pertamanya di lapangan tanah liat setelah Anna Smashnova.

Ia juga menjadi petenis tertua yang mendapat tiga gelar atau lebih dalam satu turnamen WTA 1000, dengan usia 31 tahun 237 hari, melebihi Serena Williams, yang mencapai prestasi serupa di Miami pada tahun 2013 ketika berusia 31 tahun 173 hari.

Svitolina merupakan petenis pertama yang berhasil mengumpulkan tiga kemenangan melawan petenis top 5 dalam satu edisi di turnamen Roma.

Saat ini, Svitolina telah meraih 20 gelar tunggal WTA, menjadikannya sebagai petenis Ukraina pertama di era tenis modern atau Open yang mencapai pencapaian tersebut.

Ia juga merupakan petenis kedua berusia 30 tahun ke atas di era Open yang memenangkan Italian Open setelah Serena Williams, yang meraih gelar tersebut pada tahun 2013, 2014, dan 2016.

“Ketika saya kembali, yang terpenting bagi saya adalah memberikan diri saya kesempatan yang baik untuk bermain di level tertinggi,” kata Svitolina.

Svitolina berhasil kembali ke formasi puncak dunia setelah masa cuti melahirkan putrinya pada Oktober 2022 dan kembali berkompetisi pada April 2023.

“Saya tidak pernah membayangkan bisa kembali. Saya rasa itu adalah proses bertahap. Pertama, saya ingin kembali ke peringkat seratus besar karena saya memulai dari awal, lalu ke peringkat 30 besar agar bisa menjadi unggulan,” jelas Svitolina.
Kemudian sejak tahun lalu, saya mulai merenungkan, baiklah, saya sudah mencapai level tertentu. Saya harus lebih konstan, lebih bugar secara fisik agar bisa lebih teratur, sehingga saya bisa mendapatkan peluang untuk masuk ke dalam 10 besar karena saya sudah tampil di tingkat yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.