02/05/2026

SEPUTAR BOLA ID

Berita Seputar Olah Raga

Ramadhipa Belajar Banyak dari Veda juga Mario Aji

Pembalap muda asal Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, mengakui bahwa ia telah memperoleh banyak pelajaran berharga dari dua pembalap senior, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, saat menghadapi musim balap di tingkat internasional.

Ramadhipa menyatakan bahwa pengalaman kedua pembalap tersebut sangat mempermudah dirinya dalam beradaptasi, terutama ketika berhadapan dengan sirkuit baru dan persaingan yang ketat di luar negeri.

“Karena Veda dan Mario sudah berkompetisi di sana, saya tentu perlu mendapatkan informasi dari mereka. Saya harus mengumpulkan informasi yang cukup dari mereka,” ungkap Ramadhipa dalam wawancara online pada hari Selasa.

Ia menjelaskan bahwa masukan dari para senior itu sangat krusial, mulai dari strategi jalur balap, karakter lintasan, hingga cara menangani situasi balapan yang selalu berubah.

Menurutnya, proses pembelajaran dalam dunia balap tidak pernah berhenti, bahkan untuk sirkuit yang sudah familiar sekalipun.

“Ilmu itu tidak terbatas. Saya harus terus bertanya, bahkan pada sirkuit yang sudah saya ketahui, saya juga mencari pendapat untuk perbaikan di sesi selanjutnya,” ujarnya.

Saat ini, Ramadhipa sedang menjalani musim penuh di Red Bull Rookies Cup dan bersiap untuk tampil di FIM Moto3 Junior World Championship 2026. Ia merasa keberadaan Veda dan Mario memberikan motivasi tambahan karena keduanya sudah merasakan ketatnya persaingan di Eropa.

Secara pribadi, Ramadhipa merasa dekat dengan Mario Aji, yang kini berkompetisi di Moto2.

“Saya cukup akrab dengan Mario dan Veda. Sementara Mario, dia selalu memberikan semangat dan motivasi kepada saya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Mario memiliki banyak pengalaman, sehingga banyak hal yang bisa dipelajari, baik dari aspek teknis maupun sikap di luar lintasan.

“Saya merasa sangat dekat dengannya karena dia memiliki pengalaman yang lebih banyak dibanding saya. Tentu saya ingin belajar lebih darinya karena saya melihat dia memiliki sikap yang kuat,” katanya.

Di samping dukungan moral, Ramadhipa juga memperoleh keuntungan teknis, karena ada mekanik yang sebelumnya mengurus Veda yang kini turut membantu timnya. Ini mendukung proses analisis data balapan.

“Data bisa dibandingkan dengan data Veda, jadi saya bisa melakukan perbaikan dan melihat di mana letak kekurangan saya,” tambah Ramadhipa.

Sebelumnya, Ramadhipa menarik perhatian publik setelah meraih kemenangan pertamanya di Race 2 Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Jerez, Spanyol, yang menjadi modal penting untuk menghadapi seri balapan selanjutnya di musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.